AKIBAT YURIDIS DARI SUATU PERKAWINAN DIBAWAH TANGAN

Muhammad Idris Ramulyo

Abstract


Tentang perkawinan dibawah tangan, mungkin ada yang berasumsi bahwa yang dipersoalkan adalah : "hidup bersama tanpa nikah" yang sering diberitakan dalam media pers, baik itu majalah maupun surat kabar, seperti lazimnya telah merupakan mode masa kini di Eropah, lebih konkrit lagi di Swedia. Dimana para remaja (putra/putri) melakukan observasi (menjajaki) sampai seberapa jauh diantara mereka terdapat persesuaian paham baik ideal maupun praktis dalam membina rumah tangga yang harmonis kelak. Untuk itu mereka melakukan froof marriage (kawin percobaan), dalam jangka waktu tertentu (samenleven). Bila ternyata diantara mereka dalam jangka waktu tertentu itu, baik dalam soal kesukaan (hobby) pribadi maupun dalam masalah sexual, terdapat keserasian atau persesuaian paham maka hubungan mereka secara formal ditingkatkan dalam ikatan perkawinan, Bila tidak, mereka mencoba lagi dengan pasangan yang lain dan seterusny dan seterusnya. Peningkatan dalam hubungan perkawinan yang formal ini, apabila dalam jangka waktu tertentu itu siwanita dapat melahirkan seorang atau sekurang-kurangnya telah hamil.



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol12.no6.938

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1982 Muhammad Idris Ramulyo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.