MASALAH BUNGA DAN PERUBAHAN NILAI MATA UANG

Riduan Syahrani

Abstract


Sejarah hukum di Indonesia telah membuktikan, bahwa BW yang kini masih berlaku di negara kita merupakan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata warisan kolonial Belanda, yang dikodifisir ratusan tahun lebih yang lampau. Sebagai kodifikasi yang diciptakan berdasar asas konkordansi semenjak 15 Agustus 1839 (Friman Raja 15 Agustus 1839 No. 102), BW yang dinyatakan mulai berlaku 1 Mei 1848 (Stb. 1848 No. 10) tidak lebih daripada ciptakan KUHPerdata Belanda yang dibuat di awal abad ke 19 (tahun 1814). Sedangkan KUH Perdata Belanda sebagian besar isinya merupakan tiruan daripada Code Civil Perancis yang dibuat setelah berakhirnya revolusi (1789-1795), sejak tanggal 12 Agustus 1800, dengan mengambil kaidah-kaidah hukum yang berasal dari hukum Romawi, kebiasaan Perancis kuno dan sebagainya. Tulisan ini dimaksudkan untuk mencoba menilai dan mengkaji satu dua pasal dalam BW terutama yang berkenaan dengan bunga moratoire (moratoire interessen), bunga yang ditetapkan dalam perjanjian (bedengen interessen), dan masalah yang bertalian dengan perubahan nilai mata uang.



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol11.no4.854

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1981 Riduan Syahrani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.