Indonesia dan Konvensi-Konvensi Tentang Hak Cipta

S. Gautama

Abstract


Pada waktu Republik Indonesia ditahun 1958 melalui Kabinet Karya (Kabinet Juanda) menyatakan dengan resmi tidak ikut serta dalam Berner Convention for the protection of Literary and artistic works (Konvensi Bern tentang Hak Cipta), salah satu alasan yang dikemukakan
adalah, bahwa Republik Indonesia yang belum mempunyai suatu Undang-Undang Hak Cipta Nasional sesungguhnya tidak layak untuk ikut serta dalam persetujuan internasional yang mengatur hak cipta ini. Sejalan dengan pikiran tersebut kiranya dapat kita baca pula dalam Penjelasan Rancangan Undang-Undang Hak Cipta hasil karya LPHN (Lembaga Pcmbinaan Hukum Nasional) tahun 1972 bahwa :
"untuk dapat bertindak diluar negeri . ........ . diperlukan terlebih
dahulu perundang-undangan domestic, yang secara tegas memberikan
dan melindungi hak cipta.''



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol5.no3.597

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1975 S. Gautama

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.