Masalah Penafsiran terhadap Pasal 9 Konstitusi Jepang

Hikmahanto Juwana

Abstract


Semenjak tahuln 1946, setelah ditaklukkan oleh Amerika Serikat, Jepang memberlakukan Konstitusi Baru. Dimana dalam Pasal 9 dinyatakan bahwa Jepang menjadikan dirinya sebagai negara damai dan menolak penggunaan kekerasan (perang) dalam penyelesaian sengketa.
Namun dalam perkembangan selanjutnya bunyi pasal 9 tersebut dapat ditafsirkan menjadi acuan bagi Jepang (pasukan beladirinya) untuk berpartisipasi dalam operasi militer di luar wilayah Jepang sehingga timbul kekhatawatiran remiliterisme Jepang bangkit kembali.



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol22.no3.377

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1992 Hikmahanto Juwana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.