Tanah Terlantar dalam Perspektif Hukum Adat, Hukum Islam, dan Yurisprudensi

Sudirman Saad

Abstract


Pada prinsipnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) kita mengenal suatu asas
bahwa setiap orang atau Badan Hukum yang mempunyai hak atas tanah tidak dibenarkan
mentelantarkannya, dan hak-hak atas tanah tersebut seperti Hak milik, Hak Guna Usaha,
hak Guna Bangunan, dapat hapus apabila tanahnya ditelantarkan. Demikian pula prinsip tersebut juga dianut dalum Hukum Adat, Hukum Islam maupun dalum Yurisprudensi kita. Yang mana dalam tulisan ini, penulis hendak memaparkan telaah "tanah terlantar" itu dalam perspektif Hukum Adat, Hukum Islam, dan Yurisprudensi sehingga diharapkan dengan pemaparan tersebut tercipta suatu Peraturan khusus mengenai tanah terlantar.



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol21.no1.334

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1991 Sudirman Saad

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.