ANALISIS YURIDIS KEDUDUKAN NARAPIDANA SEBAGAI JUSTICE COLLABORATOR

Bambang Sugiri, Nurini Aprilianda, Hanif Hartadi

Abstract


Artikel ini bertujuan mengkaji kedudukan narapidana sebagai justice collaborator dalam pengungkapan kejahatan terorganisir yang dapat membantu tugas aparat penegak hukum. Hal ini dilatarbelakangai adanya saksi mahkota yang sering dipergunakan dalam pembuktian perkara pidana namun dinilai melanggar HAM. Kesulitan pengungkapan kejahatan teroganisir adalah para pelaku yang terlibat dalam kejahatan terorganisir terikat sumpah diam (omerta). Informasi dari narapidana terkait jaringan kejahatan yang pernah dilakukannya, memudahkan pengungkapan kejahatan terorganisir oleh aparat penegak hukum. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian hukum dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narapidana sebagai justice collaborator memiliki peran yang dapat dimanfaatkan oleh aparat penegak hukum dalam mengungkap kejahatan terorganisir serta sebagai bentuk memperbaiki kesalahan dari narapidana itu sendiri sebagaimana dalam tujuan pemidanaan, sehingga narapidana dapat diterima kembali dalam masyarakat

Keywords


Narapidana, Justice Collaborator, Kejahatan Terorganisir



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol51.no3.3133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Bambang Sugiri, Nurini Aprilianda, Hanif Hartadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.