PANDEMI COVID-19: FORCE MAJEURE DAN HARDSHIP PADA PERJANJIAN KERJA

Nindry Sulistya Widiastiani

Abstract


Hukum perdata mengenal konsep ajaran force majeure dan hardship dalam hal terjadi kegagalan pemenuhan prestasi dalam perjanjian. Pandemi covid-19 di Indonesia menyebabkan terjadinya kegagalan pengusaha untuk melakukan pemenuhan prestasi perjanjian kerja, misalnya melakukan pembayaran upah dan Tunjangan Hari Raya Keagamaan. Undang-Undang Ketenagakerjaan sendiri tidak mengenal konsep force majeure dan hardship dalam konteks pemenuhan prestasi dalam perjanjian kerja. Artikel konseptual ini bertujuan untuk menganalisis kemungkinan penerapan konsep ajaran force majeure dan hardship dalam perjanjian kerja akibat adanya pandemi covid-19. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan konseptual. Hasil analisis menunjukan bahwa pandemi covid-19 dapat dijadikan dasar untuk mendalilkan penerapan force majeure dan hardship dalam hal terjadi kegagalan pemenuhan prestasi dalam perjanjian kerja oleh pengusaha sebagai debitur, khususnya dalam hal pembayaran upah dan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Namun, penerapan force majeure dan hardship tersebut sangat subyektif tidak dapat dijadikan suatu general principle

Keywords


pandemi covid-19, force majeure, overmacht, hardship, perjanjian kerja



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol51.no3.3130

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Nindry Sulistya Widiastiani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.