STATUS KEPEMILIKAN DAN PEMANFAATAN TANAH GRONDKAART DI STASIUN DEPOK BARU, LENTENG AGUNG, DAN TANJUNG BARAT

- Sulistiowati, Nurhasan Ismail, Taufiq El Rahman

Abstract


Sengketa kepemilikan dan pemanfaatan tanah Grondkaart untuk kegiatan Perkeretaapian antara Pemerintah dengan PT KAI seharusnya tidak terjadi karena keduanya mempunyai kepentingan yang sama bagi Negara. Namun realitanya telah terjadi sehingga menarik untuk diteliti dengan fokus pada permasalahan: status kepemilikan tanah dan status perjanjian pemanfaatan tanah dengan pihak ketiga. Melalui analisis kualitatif, temuan penelitian: Pertama, tanah yang berasal dari Grondkaart di lokasi masih kepunyaan/aset pemerintah karena tanah berstatus Hak Pakai Selama Digunakan yang hanya dapat dipunyai Pemerintah dan penyertaan tanah sebagai modal di PT KAI belum disertai dengan proses pemindahtanganan hak kepemilikan atas tanah; Kedua, terdapat perbedaan keabsahan dari perjanjian pemanfaatan tanah dengan pihak ketiga yaitu perjanjian yang dilakukan oleh PT KAI tidak memenuhi 2 (dua) syarat sahnya perjanjian yaitu kecakapan bertindak dan kausa yang halal, sedangkan perjanjian yang dilakukan oleh Pemerintah memenuhi semua syarat sahnya perjanjian.

Keywords


Perkeretaapian, Pemanfaatan Tanah, Perjanjian



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol50.no4.2868

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 - Sulistiowati, Nurhasan Ismail, Taufiq El Rahman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.