PENJATUHAN KEBIRI KIMIA BAGI PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DALAM PERSPEKTIF FALSAFAH PEMIDANAAN

Tunggal S., Nathalina Naibaho

Abstract


Kekerasan seksual terhadap anak merupakan peristiwa yang kerap terjadi di Indonesia. Data statistik menunjukkan bahwa angka kekerasan seksual terhadap anak tiap tahun tidak mengalami penurunan yang berarti. Sanksi pidana tidak dapat menjadi satu-satunya alat untuk mengendalikan angka kekerasan seksual terhadap anak. Pemerintah kemudian mengesahkan peraturan baru yang mengatur mengenai penjatuhan tindakan kebiri kimia, dengan harapan mampu mengurangi angka kekerasan seksual terhadap anak. Namun, keberadaan sanksi kebiri kimia menimbulkan keberatan dan perbedaan pendapat di berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tujuan pemidanaan dari kebiri kimia dan bentuk sanksi yang tepat bagi penjatuhan kebiri kimia di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan studi dokumen berupa data sekunder dengan wawancara sebagai pelengkap. Hasil penelitian menemukan bahwa tujuan pemidanaan dari kebiri kimia adalah rehabilitasi, dengan catatan bahwa tindakan kebiri kimia tersebut hanya dijatuhkan bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang menderita gangguan pedofilia. Oleh karena kebiri kimia dijatuhkan bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang menderita gangguan pedofilia untuk tujuan rehabilitasi, maka bentuk sanksi yang tepat adalah tindakan.

Keywords


pidana, tindakan, kebiri kimia, gangguan pedofilia, paraphilia



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol50.no2.2594

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Tunggal S., Nathalina Naibaho

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.