MEMPERTANYAKAN PANCASILA SEBAGAI GRUNDNORM: SUATU REFLEKSI KRITIS DALAM PERSPEKTIF FONDASIONALISME

E. Fernando M. Manullang

Abstract


Ahli hukum di Indonesia berpolemik Pancasila itu grundnorm atau tidak. Grundnorm menurut Hans Kelsen adalah sebuah dasar berlakunya seluruh norma hukum. Kelsen karena itu dianggap sebagai pemikir fondasional menurut Luc J. Wintgens. Sementara itu, dalam pandangan filosofi fondasionalisme, suatu dasar dapat diterima apabila dasar itu menjadi suatu keyakinan (belief). Dengan demikian, mengatakan Pancasila adalah norma dasar atau tidak, dalam pandangan fondasionalisme harus menjawab pertanyaan apakah Pancasila adalah suatu keyakinan (belief) atau tidak. Alih-alih meneruskan arus polemik apakah Pancasila adalah grundnorm atau tidak, tulisan ini malah mengambil posisi pra-polemik tersebut, yakni merefleksikan secara kritis tidak layaknya mempertanyakan Pancasila adalah grundnorm atau tidak berdasarkan filosofi fondasionalisme. Ini karena di mata Kelsen, grundnorm adalah sumber validitas belaka. Kelsen dengan tegas menolak grundnorm mengandung keyakinan, yang psikologis sifatnya, suatu anarsir asing bagi hukum. Sementara Pancasila adalah sebuah gagasan yang bernilai filosofis, yang menjadi dasar keyakinan (belief), yang tidak bisa direduksi hanya ke persoalan validitas.

Keywords


Fondasional, Fondasionalisme, Grundnorm, Pancasila, Validitas, Belief



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol50.no2.2584

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 E. Fernando M. Manullang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.