RULE OF LAW, NEOLIBERALISME DAN PROYEK REFORMASI HUKUM WORLD BANK: PERSPEKTIF CRITICAL LEGAL STUDIES

Syahriza Alkohir Anggoro

Abstract


Meningkatnya peran World Bank dalam promosi rule of law telah mengarahkan banyak negara dalam menjalankan agenda reformasi hukum yang dimaksudkan membentuk kebijakan yang ramah pasar. Artikel ini menggunakan pendekatan hukum kritis untuk mempertanyakan konsep rule of law yang diartikulasikan dalam berbagai proyek reformasi hukum World Bank dengan menelusurinya melalui wacana pemikiran hukum yang terkait peran hukum dalam konteks pembangunan. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan penjelasan alternatif dalam memahami konsep rule of law World Bank sebagai sebuah konsep yang dirumuskan berdasarkan gagasan neoliberal. Artikel ini menemukan bahwa konsep rule of law World Bank tidak lebih dari sebuah konsep yang bersifat limitatif dan formalistik terdiri dari aturan abstrak dan universal yang melindungi hak properti, penegakan kontrak dan berorientasi pada efisiensi dimana hukum diasumsikan sebagai produk netral dan bebas nilai yang menyembunyikan kepentingan kapitalisme. Artikel ini menyimpulkan alih-alih merefleksikan hukum yang emansipatoris, konsep rule of law World Bank pada dasarnya merupakan kerangka kerja yang dipaksakan ke negara-negara dunia ketiga untuk membentuk rezim hukum yang sesuai dengan teori dan praktik neoliberalisme

Keywords


rule of law, reformasi hukum, World Bank, neoliberalisme



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol50.no1.2502

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Syahriza Alkohir Anggoro

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.