PENCEMARAN NAMA BAIK DAN PENGHINAAN MELALUI MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DI INDONESIA PASCA AMANDEMEN UU ITE

Anton Hendrik Samudra

Abstract


Amandemen UU ITE dilakukan untuk lebih memberi jaminan kepastian hukum kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk meresponi setiap perkembangan yang terjadi di masyarakat dan bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih baik dan memenuhi rasa keadilan. Tindak pidana pencemaran nama baik melalui media Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) cukup banyak terjadi karena pelaksanaan kebebasan ekspresi masyarakat yang terlalu berlebihan dalam menggunakan gawai. Dengan adanya Amandemen UU ITE, perlu ditelaah mengenai hakikat dari delik pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media TIK

Keywords


pencemaran nama baik, penghinaan, media TIK, kebebasan berekspresi



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol50.no1.2484

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Anton Hendrik Samudra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.