PENYELESAIAN PERKAWINAN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT PERKAWINAN MELALUI ISBATH NIKAH

Barzah Latupono

Abstract


Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang wanita dan seorang pria sebagai suami dan istri untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk itu pernikahan harus dilakukan dengan memenuhi aturan hukum perkawinan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Salah satu syarat perkawinan sesuai ketentuan pasal 6 Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 adalah: Seseorang yang masih terikat perkawinan dengan orang lain tidak dapat menikah kembali kecuali untuk memenuhi ketentuan Pasal 3, (2) dan pasal 4. Jika point ini tidak terpenuhi, dan pihak-pihak tetap melangsungkan perkawinan, maka perkawinan ini dianggap tidak sah. karena perkawinan yang dilakukan hanya sah menurut hukum agama, tetapi tidak akan mendapat pengakuan dari negara, sehingga ketika mereka akan bercerai haruslah mengisbathkan perkawinan mereka. Isbath nikah meski untuk tujuan perceraian, tetapi tentu saja ini akan mengsahkan perkawinan, karena dengan melakukan isbat nikah berarti dengan sendirinya ada pengakuan negara tentang nikah yang sebelumnya dianggap tidak sah

Keywords


penyelesaian, perkawinan, syarat, nikah, Isbath



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol49.no4.2351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Barzah Latupono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.