DELIK TERHADAP KEAMANAN NEGARA (MAKAR) DI INDONESIA (Suatu Analisis Yuridis Normatif pada Studi Kasus Sultan Hamid II)

Anshari Anshari

Abstract


Penelitian ini merupakan kajian yuridis normatif (doktriner) pada materi Delik Terhadap Keamanan Negara (Makar) di Indonesia, kemudian delik tersebut dikomparasikan dengan sebuah studi kasus, yaitu kasus tuduhan ‘makar’ atau ‘pemberontakan’ terhadap Sultan Hamid II pada tahun 1950-1953. Yang dimaksud Delik Terhadap Keamanan Negara tersebut diatur di dalam Bab-I Buku Kedua KUHP. Inti dari perbuatan yang di larang tersebut adalah Makar (Aanslag) dan Pemberontakan (Opstand). Dalam praktek maupun sejarah Indonesia, seringkali ditemukan kasus-kasus pelanggaran hukum di Indonesia yang sebenarnya belum tentu termasuk kategori pelanggaran atas usaha pengkhianatan terhadap negara/keamanan negara/makar. Namun oleh pemerintah selaku penguasa politik, kepada pelanggar pidana seringkali dijerat dan dikenakan dengan isi pasal-pasal perbuatan makar dan pemberontakan. Kajian untuk melihat penerapan atas pengaturan tentang makar itu, kemudian dapat dilihat melalui Studi Kasus terhadap kasus kontroversial Sultan Hamid II pada tahun 1950-1953. Dimana dapat dilihat obyektifitas Negara dalam mengadili sebuah kasus “makar”.

Keywords


Delik, Keamanan Negara, Makar, Sultan Hamid II



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol48.no3.1742

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Anshari Anshari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.