PERLINDUNGAN HAK CIPTA MUSIK ATAU LAGU DI INDONESIA

Hendra Tanu Atmadja

Abstract


Perkembangan Undang-Undang Hak Cipta di Indonesia dan pelaksanaannya tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor sosial, politik, ekonomi dalam negeri dan hubungan-hubungan perdagangan internasional. Lahirnya Undang-Undang Hak Cipta nasional dan perubahan-perubahannya yang dilakukan berkali-kali didorong oleh faktor internal dan eksternal. Berhasilnya perlindungan terhadap hak cipta, termasuk dibidang musik atau lagu tidak saja bergantung kepada substansi yang disusun oleh pembuat undang-undang. kesadaran tentang pentingnya perlindungan hak cipta tidak diiringi dengan kesadaran pentingnya suatu kontrak yang seimbang antara hak dan kewajiban para pihak. Baik pencipta lagu maupun produser dan
mereka yang terkait dengan pemakaian hak cipta tampaknya memperlakukan kontrak bukan sebagai dokumen hukum, melainkan tidak lebih dari suatu simbol kerjasama. Rome convention merupakan konvensi internasional yang memberi perlindungan kepada pelaku, produser rekaman dan organisasi penyiaran. Indonesia hingga kini belum meratifikasinya. Banyak pemakai (user) merasa membayar royalti untuk performing rights sebagai beban, dan banyak di antaranya yang menganggap pembayaran itu sebagai bentuk pajak tambahan.



DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol33.no2.1379

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2003 Hendra Tanu Atmadja

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.