TINJAUAN YURIDIS MENGENAI KAWASAN BERIKAT DAN IMPLIKASINYA

Yakob Mohsin, Idrus Abdullah

Abstract


Usaha untuk meningkatkan ekspor komoditi non-minyak dan gas bumi (migas), telah diamanahkan oleh GBHN sejak tahun 1983. Untuk mendukung usaha tersebut, GBHN memberikan pengarahan agar memperluas pasaran serta daya saing barang ekspor Indonesia di pasaran internasional dengan jalan meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki mutu barang mem-perlancar arus barang dan usaha-usaha lainnya. Kawasan berikat merupakan salah satu sarana kelembagaan dalam bidang perekonomian dan perdagangan. Secara teoretis, dengan pembentukan lembaga ini diharapkan dapat memainkan peranan penting dalam upaya untuk meningkatkan / mengembangkan dan memperlancar arus lalu-lintas barang dalam kerangka perdagangan internasional (impor, ekspor dan re-ekspor). Begitu pula, dengan adanya beberapa kemudahan yang diberikan kepada pengusaha yang memasukkan barang dan membangun usahanya dalam kawasan berikat (pembebasan bea masuk dan penyederhanaan prosedur perizinan), diharapkan dapat juga menarik PMA untuk membangun usahanya dalam kawasan berikat tersebut.




DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol17.no1.1228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1987 Yakob Mohsin, Idrus Abdullah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.