PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP PEMBINAAN HUKUM

Soerjono Soekanto

Abstract


Sebagaimana dinyatakan di muka, bahwa sosiologi hukum menyoroti hukum sebagai perilaku etis. Sebagaimana diketahui maka biasanya dibedakan antara perilaku belaka dengan perilaku etis (yang didasarkan pada hati nurani yang bersih). Perilaku etis mencakup perilaku di bidang kepercayaan, kesusilaan, kesopanan dan hukum. Perilaku hukum dapat dibedakan antara perilaku yang teratur (ajeg) dengan perilaku yang unik. Sosiologi hukum memusatkan perhatiannya pada hukum sebagai gejala sosial (yakni perilaku) dengan pengaruh timbal-baliknya terhadap gejala sosial lainnya (yakni perilaku juga). Dengan demikian, maka kemungkinannya adalah, bahwa di satu pihak hukum dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi (independent variable) dan di lain pihak hukum dapat dianggap sebagai faktor yang dipengaruhi (dependent variable). Untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan tersebut secara tepat, diperlukan kegiatan penelitian yang seksama. Namun demikian dapatlah dikatakan, bahwa sosiologi hukum tidak mengadakan prioritas, oleh karena kedua-duanya merupakan pusat perhatian ilmu tersebut. Dengan demikian dapatlah dikatakan, bahwa pertama sosiologi hukum memusatkan perhatian pada masalah identifikasi hukum tidak tertulis atau hukum kebiasaan, yang lazimnya juga dinamakan hukum adat. Dengan mempergunakan kriteria di muka, maka diusahakan untuk mengadakan identifikasi hukum (sebagai perilaku), dari gejala-gejala lainnya.




DOI: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol15.no0.1186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1985 Soerjono Soekanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.